Halaman

Pengikut

Sabtu, 5 Mac 2011

Pilihanraya Hidup Yang Tidak Pernah Henti

Situasi 1:

“Man, aku dapat mumtaz dalam exam baru ni. Kau tak tahu Man, aku memang dah lama usaha nak bagi dapat keputusan macam hari ni”, ujar Arif kepada sahabat baiknya, Azman.

Situasi 2:

“Alhamdulillah Hafiz, rezeki aku dapat dekan untuk exam kali ni”, kata Ridzwan kepada Hafiz.


Dua situasi yang berbeza.

Tiada kehidupan jika tiada ujian. Itulah sunnatullah yang telah Allah tetapkan ke atas manusia. Hal ini telah Allah nyatakan di dalam firman-Nya melalui surah al-Ankabut, ayat 2 mafhumnya:

“Apakah kamu mengira Kami akan membiarkan kamu menyatakan : Kami telah beriman, sedangkan kamu belum diuji?”

Sudah menjadi lumrah kehidupan manusia. Sudah menjadi rencah terhadap sebuah kehidupan dengan ujian yang didatangkan. Ujian itu datang dalam pelbagai bentuk, bermacam cara. Setiap minit yang kita lalui adalah ujian.

Benarkah?

Ya!

Masa lapang kita adalah ujian, sibuk kita adalah ujian sihat kita adalah ujian, sakit kita adalah ujian, muda kita adalah ujian, tua kita juga adalah ujian. Setiap detik yang kita lalui, setiap nafas yang kita perolehi, setiap perkara yang kita harungi, semuanya adalah ujian!


Sikap Manusia
Manusia terdiri dari dua golongan. Ada di kalangan manusia yang tahu rasa bersyukur, namun tidak kurang juga di kalangan manusia yang merasakan dirinya hebat sehingga dia lupa dari mana asal-usulnya. Manusia yang bersyukur akan sentiasa mendapat nikmat daripada Allah kerana itulah janji-Nya. Manusia yang ingkar mungkin juga diberikan nikmat. Dan tidak mustahil nikmat itu sebagai salah satu jalan menuju kepada azab.

Lazimnya, manusia akan bergembira dengan nikmat yang diperoleh. Apabila dilanda musibah dan kesusahan, maka keluhanlah yang menjadi tutur bicaranya. Apabila senang, manusia seringkali lupa kepada Tuhannya. Apabila susah, Allah jualah tempat mereka mengadu.

Inilah sikap manusia. Koreksi diri kita, adakah kita bersandarkan kepada kudrat yang dipinjamkan Allah ataupun kita bersandar kepada Yang Memberi kudrat?

Allah telah menyatakan di dalam firman-Nya, melalui surah Ibrahim, mafhumnya:

Maksudnya: Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya! jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan Demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar Sesungguhnya azabKu amatlah keras".

Saya teringat pesan guru, Syeikh Zainul Asri Bin Romli. Pernah suatu ketika, saya meminta nasihat daripada al-fadhil, lalu beliau berpesan:

“Berusahalah untuk merasakan diri kita sebagai hamba. Amat berbeza bagi orang yang tahu dia hamba dengan orang yang merasakan dirinya hamba.”

Hamba yang tahu erti syukur adalah hamba yang merasakan dirinya hamba. Hamba yang tidak bersandar kepada dirinya adalah hamba yang merasakan dirinya hamba. Hamba itu sifatnya sentiasa bergantung, selalu berharap kepada tuannya.

Justeru, bagaimanakah kita?


Antara Dua Persimpangan





Kehidupan yang dilalui merupakan sebuah pilihanraya yang tidak pernah berhenti. Setiap saat kita sedang mengundi. Setiap saat kita sedang memilih. Apa yang kita undikan? Apa yang kita pilih?

Sama ada syurga,

Ataupun neraka.

Ujian itu bukanlah bertujuan menyusahkan hamba. Andai kita menggunakan kesempatan masa yang diberikan, nikmat kesihatan yang baik, akal fikiran yang cerdas, sudah pasti kita akan nampak natijah di sebalik sebuah ujian.

Ujian itu tujuannya untuk mendekatkan diri kita dengan Allah, Tuhan Yang Menciptakan.

Ujian itu tujuannya mematangkan diri, mewaraskan fikiran.

Justeru, bukan ujian yang perlu dicemuh. Sebaliknya, kita seharusnya berusaha meletakkan husnu zhon kepada Allah.

Hisablah diri. Hitunglah amal. Adakah kita telah mempersembahkan yang terbaik di hadapan Allah ataupun sebaliknya?

Hanya iman sahaja yang mampu berbicara.

Ikhwan Hafiz
Kuala Kubu Bharu

Rabu, 23 Februari 2011

Menjelaskan sikap Syeikh Azhar dan Mufti Mesir terhadap Demontarsi di Mesir


Banyak dikalangan kita yang tidak menjaga lidah dan hatinya terhadap ulama-ulama islam yang telah berjuang untuk meninggikan islam, terlebih lagi pada saat ini, setelah terjadinya revolusi rakyat Mesir yang mengakibatkan  Presiden Mesir Muhammad Husni Mubarok meletakkan jabatannya kepada Majlis Petinggi Tentera.

Sebahagian orang menuduh Syeikh Azhar Ahmad Toyyib dan Doktor Ali Jum`ah tidak pro terhadap demontrasi yang dilakukan oleh kumpulan pemuda-pemuda Mesir, mereka menganggap Syeih Ahmad Toyyib dan Syeikh Ali Jum`ah adalah ulama yang jahat dan penjilat pemerintah, mereka tidak mampu untuk bersangka baik terhadap ulama-ulama islam.

Mereka menganggap bahwa Syeikh Azhar berdiri bersama pemimpin yang zolim, mereka juga bertanya kenapa Azhar tidak berfatwa seperti Syeikh Yusuf Qardhawi tentang bolehnya revolusi, sebelumnya saya akan sebutkan sikaf dan fatwa Syeikh Ahmad Toyyib ketika terjadinya Demontrasi rakyat Mesir.

1 - Syeikh Ahmad Toyyib memperbolehkan Demontrasi dengan syarat aman, dan jauh dari kekerasan, sebab jika ada kekerasan maka akan dapat menimbulkan fitnah kepada umat islam sendiri.

2 - Ketika terjadi Demontrasi dengan kekerasan,(tanggal 28 - 1 - 2011 ) sehingga gedung-gedung pemerintahan di bakar, mobil-mobil polisi di bakar, sehingga jatuh korban dari pihak Pendemontrasi dan pihak kepolisian, kedai, toko-toko dan pusat perbelanjaan di rampas, di jarah dan di hancurkan maka turunlah seruan Syeikh Azhar agar para Pendemontrasi tidak menggunakan kekerasan, membakar, dan menjarah barang-barang dagangan.

3 - Ketika terjadi bentrokkan diantara pro Husni Mubarok dan Pro Demontrsi sehingga merenggut jiwa dari kedua belah pihak, maka Syeikh Azhar menghimbau agar pemuda-pemuda datang ke Masyaikhatul Azhar membicarakan jalan keluar yang terbaik untuk ummat sehingga tidak menelan korba jiwa dari kalangan umat islam, keresahan azhar sangat terlihat ketika kondisi Mesir menjadi kacau dan tidak aman, jadi menurut Syeikh Azhar jalan yang terbaik adalah duduk bersama berunding mencari jalan penyelesaian.

4 - Ketika banyaknya pendemo yang jatuh menjadi korban maka Syeikh Azhar mengeluarkan pernyatan bahwa orang yang meninggal ketika waktu berdemontrasi adalah gugur secara Syahid, sebagaimana yang di jelaskan oleh Duta besar Azhar dan juru bicaranya Rifa`ah Thahthawi di surat kabar mingguan Sautul Azhar 15 Rabi`ul Awwal 1432 H.

5 - Syeikh Azhar juga mengutus Doktor Hasan Syafi`i ke Medan Tahrir untuk menyampaikan seluruh perasaan hati Syeikh Azhar, tetapi disebabkan ramainya para pengunjuk rasa sehingga Doktor Hasan Syafi`i tidak mampu masuk ke Medan Tahrir, sehingga beliau turun bergabung dengan para Pendemontrasi di kawasan jalan Masbiru ( berhampiran dengan pusat televisi dan medan Tahrir -red).

6- Syeikh Azhar juga menegaskan bahwa Azhar berdiri bersama rakyat Mesir dan perubahan.

Di sini juga saya ingin menegaskan bahwa antara Syeikh Qardhawi dan Syeikh Ahmad Toyyib memiliki pandangan yang berbeda didalam menyelesaikan permasalahan yang berlaku di Mesir, dan ini suatu kewajaran bagi ulama islam yang memiliki keilmuan dan kekuatan untuk berijtihad, kedua-duanya menginginkan maslahah yang baik bagi umat islam, tetapi jalan pemikiran dan dasar-dasar dalil mereka memiliki perbedaan.

Perbedaan pendapat Syeikh Ahad Toyyib dengan Syeikh Qardhawi bukan berdasarkan kecintaan terhadap dunia, tetapi berdasarkan mana yang paling terbaik dari antara yang baik dan menjauhkan kemudratan yang lebih besar dari umat islam khususnya rakyat Mesir.

Di tegaskan oleh jugu bicara Azhar Rifa`ah Thahthawi bahwa Syeikh Azhar telah mengundang Syeikh Yusuf Qardhawi untuk mengadakan berbagai macam kegiatan di Mesir, yang selama ini ( sebelum diangkatnya Syeikh Ahmad toyyib menjadi Syeikh Azhar -red ) Syeikh Yusuf Qardhawi tidak boleh datang dan mengisi program ilmiyah di Mesir dan Azhar, tetapi Syeikh Ahmad Toyyib mmembuat perubahan dengan menerima Syeikh Qardhawi menjadi anggota dewan pusat penelitian islam ( Majma` Bu`uts Islami - red ) dan mengundangnya untuk menghadiri dan menyampaikan kajian ilmiyah di muktamar Ikatan graduan Azhar, pada tanggal 25 Januari 2011 Syeikh Qardhawi juga hadir dalam jemputan Syeikh Azhar, tetapi pihak keamanan dan kepolisian Mesir ingin menangkap Syeikh Yusuf Qardhawi, dengan lantang Syeikh Ahmad Toyyib berkata kepada kepolisian " Bila kamu tangkap Syeikh Yusuf Qardhawi maka saya akan melatakkan jabatan dari Syekh al-Azhar".

Beginilah sikap Syeikh al-Azhar terhadap Syeikh Yusuf Qardhawi, beliau sangat menghormati Syeikh Qardhawi.

Ada juga di kalangan ulama yang berpendapat bahwa perubahan itu di tuntut, berunjuk rasa itu perlu tetapi tidak dengan kekerasan, dan tidak boleh memberontak dan keluar dari pemimpin dan menuntutnya turun, tetapi bersabar sebagimana yang telah berlaku dengan ulama salafus Solihin. alasan mereka sebagai berikut :

1 - Didalam agama islam tidak ada ketentuan berapa tahun khalifah dan pemimpin menjabat kedudukkan, tidak di sebutkan didalam al-Qur`an dan al-Hadis tentang masa jabatan, sebab itulah Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan Mu`awiyyah menjabat kedudukkan khalifah sampai hayat mereka, dan hal ini telah berjalan  terus sampai masa ke khalifahan Usmaniyah, bagaimana jika kita membuat kembali kekhalifahan islam, apakah kalifah sepanjang umur atau di tentukan waktunya, cobalah cari dalil qur`an dan sunnah tentang penetapan batas waktu jabatan pemimpin.

Lagi pula Mubarok telah menegaskan bahwa dia tidak akan mengikuti pemilhan umam lagi, dan masa  jabatannya akan berakhir pada bulan september tahun 2011 ini, dengan begitu perlu bersabar sampai bulan september sehingga tidak menelan korban jiwa yang banyak.

2 - Kezoliman Mubarok bukan berarti membolehkan kita untuk keluar dari kekuasaanya, sebab Rasul telah melarang hal yang demikian
                                                                                                                           
، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : " من كره من أميره شيئا فليصبر ، فإنه من خرج من السلطان شبرا مات ميتة جاهلية " *

Artinya : "Barang siapa yang benci terhadap pemimpinnya maka hendaklah bersabar, maka sesungguhnya orang yang keluar dari pemimpinnya walupu satu jengkal maka dia mati seperti orang jahilyyah. HR Bukhari. 6665


3 - Hadis Rasulullah s.a.w :

عن الزبير بن عدي ، قال : أتينا أنس بن مالك ، قشكونا إليه ما نلقى من الحجاج ، فقال : " اصبروا ، فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه ، حتى تلقوا ربكم " سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم

ِArtinya : Berkata Zubair :Kami mendatangi Anas bin Malik,maka kami mengadu kepadanya dari kezoliman Hajaj yang menimpa kami, Maka berkata Anas : Sabarlah kamu semuanya, karena tidak akan datang masa kepada kamu kecuali yang setelahnya itu lebih buruk lagi darinya, sehingga kamu berjumpa tuhanmu , Aku telah
mendengar hal ini dari Nabi kamu s.a.w.HR.Bukari no:6675.


4 - Hadis Rasulullah :


 
سأل سلمة بن يزيد الجعفي رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : يا نبي الله أريت  إن قامت علينا أمراء يسألونا حقهم ويمنعون حقنا فما تأمرنا ؟ فأعرض عنه، ثم سأله فأعرض عنه، ثم سأله ثانية أو ثالثة، فجذبه الأشعث بن قيس ، وقال " اسمعوا وأطعوا فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما حملتم

Artinya :  Salamah bin Yazid bertanya kepda Rasulullah s.a.w. beliau berkata : Wahai Nabi Allah ! Bagaimana pendapatMu jika yang memimpin kami meminta hak mereka kepada kami ( keta`atan ), dn tidak memberikan kepada kami hak-hak kami, Apa yang kamu suruh untuk kami perbuat?, maka Rasul berpaling darinya, kemudian dia ( Salamah-red ) bertanya pula, Rasulpun berpaling darinya, kemudian dia bertanya pula kali yang kedua atau yang ketiga, maka al-Asy`ats bin Qais menariknya, Bersabda Rasulullah :Dengarkan dan ta`atkan kamulah ( pemimpin-pemimpin kamu-red ) Sesungguhnya atas mereka tanggung jawab yang mereka bawa, dan diatas pundak kamu tanggung jawab yang kamu pikul. (HR Muslim no 1846 ).


Cukup tiga hadis ini saja, sebab banyak lagi hadis-hadis yang lain yang melarang untuk keluar dari pemerintah, bahkan di perintahkan untuk bersabar.


Berkata Imam al-Hafizh Abu Ja`far Ahmad bin Muhammad at-Thohawi  321 hijriyah :


ولا نرى الخروج على أئمتنا وولاة أمورنا إن جاروا

Artinya : Kami tidak berpendapat untuk keluar dari keta`atan terhadap pemimpin-pemimpin kami dan yang memegang perkara kami walaupun mereka itu jahat.( Aqidah Tohawi )

Dari hadis seperti ini lah para shabat dan tabi`in bersabar dari kezoliman Hajaj as-Saqafi yang telah banyak membunuh dari para sahabat Rasul dan Tabi`in.

Demikian juga Imam Ahmad bin Hanbal dan para ulama-ulama besar yang di siksa ( didalam permaslahan al-Qur`an itu makhluk atau qadim ), mereka bersabar dengan pendapat mereka, tetapi mereka tidak mengajak umat untuk membrontak kekhalifahan Abbasiyyah dan tidak mengajak umat menjatuhkan khalifah.

Ini adalah sikap ulama-ulama salaf, kita tidak boleh kata mereka bodoh kerena tidak berusaha untuk mengobah keadaanm tetapi mereka sudah menasehati, jadi tindakkan terakhir bersabar atas kezoliman. 

Sebenarnya masih banyak lagi alasan ulama-ulama yang tidak membenarkan menjatuhkan pemimpin tanpa keputusan undang-undang tetapi kami padakan saja dalil mereka.
Kesimpulannya :

1 - Janganlah kita mudah berburuk sangka dan menghina apa yang telah di sampaikan oleh ulama-ulama kita, cobalah mengambil segi baiknya, sebab mereka berpendapat seperti itu karena memiliki alasan yang tertentu dan berdalilkan syari`at.

2 - Perjuangan rakyat Mesir belum habis, memerlukan kegigihan dan kesabaran untuk mencapai tujuan, membersihkan Mesir dari Raswah, korupsi , dan kejahatan, lihat Tunis sampai sekarang msih dalam keadaan tidak aman, kita juga perlu lihat Indonesia yang pernah berhasil menjatuhkan Suharto karena beliau suka korupsi dan zolim, tetapi setelah revolusi terjadi, Suharto jatuh dari kursinya, korupsi juga masih berjalan, roswah juga masih berlaku, kejahatan juga tidak pernah reda.

3 - Mesir bukan hanya memerlukan revolusi Presiden tetapi juga sangat memerlukan revolusi akhlak, yang mana akhlak pemudanya sekarang benar-benar rusak, ganja,obat-obat terlarang sudah menjadi teman bagi sebahagian pemuda, pencurian, penodongan dan pembunuhan juga banyak berlaku, membuang sampah di jalanan, kencing di sembarang tempat, tidak menjalankan tugas dengan benar dan ssterusnya, jika kita telah berhasil merubah presiden tetapi tak mampu merubah akhlak rakyat maka jangan heran jika akan datang presiden berikutnya yang suka Roswah dan korupsi, jangan heran jika kita ingin melaksanakan segala penyiapan surat menyurat mendapat kata-kata " Bukrah " ( Besok - red ).

Link Sumber : http://allangkati.blogspot.com/2010/11/kenapa-kita-belajar-sifat-dua-puluh.html#more

Sabtu, 29 Januari 2011

Inqilabiah dan Revolusi: Misi Tunai Janji



Tokoh Revolusi Tunisia

Sejak heboh diperkatakan mengenai Tunisia yang berjaya melakukan revolusi menjatuhkan sang mustakbir "Ben Ali", dunia hangat dan teruja. Barangkali kerana dunia sudah hampa dan derita dengan segala kebodohan yang timbul lantaran pemerintahan gila dijalankan oleh para aparat duniawi. Lantas siri revolusi berpindah ke Mesir, Yaman, meskipun masih belum berjaya seperti apa yang berlaku di Tunisia. Seakan-akan, Tunisia itu dua biji mata yang baru bangkit dari lena, manakala anggota yang lain sedang cuba untuk bangkit dan beraksi.

Pada kali ini, saya mahu menulis mengenai salah satu ciri khususi Islam yang ada kaitan dengan apa yang sedang berlaku dalam dunia pada hari ini. Selain rabbaniyyah, syumuliyyah,dan lain-lain, ada juga ciri inqilabiyyah. Ciri inilah yang saya maksudkan sebagai antara doktrin asasi yang sangat sinonim dengan Islam, semangat perubahan!

Inqalaba bermaksud menjadi berubah-ubah (to be turned), inqilaab pula ringkasnya bermaksud thaurah ataupun disebut oleh kita sebagai revolusi. Ini kefahaman secara umum, maka ciri khususi Islam ini kelihatan sangat hebat dan digeruni oleh para aparat zalim dan jahat. Islam bukan hanya agama di ritual, namun juga aktual. Bukan sahaja di masjid, malah praktikalnya di mana-mana termasuk di lubang biawak, apatah lagi setakat medan pilihanraya, ataupun Istana Pemimpin kaya-raya.

Inqilabiah secara general bermaksud menegakkan Islam di atas keruntuhan jahiliah. Betapa sucinya Islam sehinggakan Islam tidak boleh ditempel-tempel dengan sebarang unsur-unsur jahiliah yang lain kendatipun atas nama apa. Islam itu Islam. Kita berjuang menentang kezaliman demi menegakkan keadilan sejati bukannya berjuang menentang kezaliman kerana dendam pernah dizalimi, atau berjuang kerana mengejar matlamat peribadi. Keadilan versus kezaliman, integriti versus korupsi, keamanan versus kekacauan, inilah perjuangan Islam.

Perlu difahami, inqilabiah ini merupakan jalinan tiga komponen utama iaitu input, proses dan output. Input itu kefahaman yang jelas mengenai persoalan "kenapa, apa dan siapa". Kenapa mahu berubah, siapa yang mesti ditumbangkan, dan apakah kesalahan yang mereka lakukan. Sementara proses pula melibatkan persoalan "bagaimana", justeru di sinilah relevansi perjuangan revolusi, bahkan demokrasi dan segala strategi yang lain. Bukan setakat revolusi semata-mata, itu bebal namanya, kerana Islam mengurniakan kita akal yang mesti digunakan secara bijaksana. Supaya misi tercapai, yakni "output"= menumbangkan kezaliman, menegakkan keadilan.

Meruntuh dan Membina
 
Kalau kita lihat, falsafah yang terdapat dalam ciri inqilabiah ialah ‘meruntuh’ dan ‘membina’. Kita meruntuhkan jahiliah kemudian kita menegakkan Islam. Simple. Namun begitu, tanpa kita sedari falsafah ini sungguh hebat kerana membina minda kita supaya berfikiran laksana seorang negarawan yang futuristik.

Apabila kita melihat sejarah, kita pasti akan menemui bahawa banyak negarawan yang pernah bermukim di planet bumi berpegang dengan falsafah ini. Mereka merupakan individu yang bertanggungjawab menghalau penjajah dan memerdekakan tanah air mereka kemudiannya menjadi pemerintah bukannya diperintah.

Contoh yang paling dekat ialah Tunku Abdul Rahman dan Sukarno. Tunku diangkat oleh rakyat Malaysia sebagai Bapa Kemerdekaan dek kerana kesungguhannya mahu negara ini bebas daripada penjajah. Dan akhirnya pada 31 Ogos 1957 Tanah Melayu mendapat kemerdekaan daripada British (saya tidak ingin berbahas soal ‘siapa pejuang sebenar’ di ruangan ini). Ternyata, beliau berjaya meruntuhkan menara egoistik imperialis jahat tersebut. Namun, tercatat juga bahawa beliau gagal mengisi kemerdekaan tersebut dengan perkara-perkara yang boleh mendatangkan faedah kepada rakyat. Nampaknya beliau berjaya meruntuh tetapi gagal membina.

Begitu juga dengan Sukarno yang pernah digelar sebagai ‘The best revolutionary leader’ oleh para penyokongnya. Pidatonya cukup hebat, seruannya kepada rakyat Indonesia untuk menumbangkan penjajah disambut baik oleh para marhaenis dan golongan berada pada waktu itu. Akhirnya Indonesia mendapat kemerdekaan dan Sukarno diangkat sebagai Presiden Indonesia. Akan tetapi, zaman pemerintahannya bukan lagi zaman penjajahan yang merupakan era kegemilangannya. Sukarno dikritik hebat lantaran kegagalannya mengisi kemerdekaan di Indonesia. Sukarno hanya mampu meruntuh, tetapi tidak mampu membina.

Sewaktu dalam fatrah perjuangan nabi saw, baginda bersungguh-sungguh mahu meruntuhkan jahiliah yang telah terbina sekian lama dan akhirnya baginda saw berjaya. Kemudian, proses membina juga berjaya dilaksanakan baginda saw apabila tertegaknya negara Islam Madinah dan kemuncaknya menerusi peristiwa fathul Makkah. (Saya tidak berniat hendak bercerita panjang, anda boleh merujuk buku-buku sirah)

Begitu juga Sultan Muhammad al Fatih yang telah meruntuhkan Konstantinopel lantas menegakkan keadilan Islam di atas kecurangan maharaja sebelumnya. Hasilnya, penduduk Konstantinopel cukup berpuas hati dan bersyukur dapat berada di bawah pemerintah Islam. Kehebatan beliau menyebabkan kematiannya diraikan gereja-gereja di Eropah. Sungguh, Sultan Muhammad merupakan penakluk yang berminda negarawan dengan proses tajarrud luar biasa hebat yang beliau lalui sepanjang ditarbiah Syamsuddin al Wali. 

Malahan banyak lagi kisah menarik negarawan-negarawan muslim dek kerana penghayatan terhadap konsep inqilabiah.

Minda merentas zaman

Selain itu, lebih mengkagumkan apabila falsafah inqilabiah juga mendidik kita untuk berminda jauh ke hadapan mengatasi zaman. Sekiranya kita melihat, era meruntuh dan era membina merupakan zaman yang jauh berbeza.

Sukarno hanya gah pada eranya, tetapi karam tatkala berada di tengah-tengah era yang memerlukan beliau melaksanakan segala retorik yang dinyatakan sepanjang kempen sebelum kemerdekaan. Nabi saw menunjukkan contoh yang lebih jelas tentang minda brilliant ini apabila baginda sentiasa meniup semangat umat Islam pada zaman itu untuk meruntuhkan jahiliah di samping menjanjikan pengisian yang hebat setelah berjaya mengalahkan puak-puak musyrikin pada waktu itu. 

Wal hasilnya sebagaimana yang tercatat di buku-buku sirah. Satu demi satu apa yang diujarkan baginda sawberjaya dilaksanakan. Malahan, janji yang penuh retorika juga berjaya ‘dicetak’ seperti pembukaan Kota Mekah, jatuhnya Kerajaan Kisra, kemenangan ke atas Rom dan lain-lain. Sah dan terang lagi bersuluh bahawa insan yang dipandu dengan wahyu ini merupakan negarawan terulung. Berfikir merentas zaman.

Barangkali, dalam soal ini, kita wajar memuji Kerajaan Iran yang kelihatan jauh lebih baik berbanding tragedi revolusi 1979. Mereka menjatuhkan Shah Iran, kemudiannya bangkit membangunkan negara sendiri, dengan solidariti umat dan keprihatinan para ulama (intelektual).

Pepatah Inggeris ada berkata,

 “Politicians think for the next election, statesman thinks for the next generation.”

Timbul persoalan, bagaimana dengan kita yang makin hampir dengan kemenangan menjatuhkan kerajaan jahiliah moden abad ini? Sudah bersiapkah kita dengan pengisian yang bakal dilaksanakan? Jangan sampai neo-jahiliah akan menetas setelah kejayaan kita menyembelih jahiliah dek kerana kegagalan kita membuat persiapan rapi dari perlbagai sudut seperti hiburan dan seni budaya, sistem pendidikan dan ekonomi.

Sungguh bebal sekiranya kita mahu melakukan revolusi, namun masih samar-samar dalam memperjuangkan isi. Dan sungguh zalim andai kita menumbangkan si zalim di bumi sendiri, tetapi kemudiannya 'si zalim lain' pula yang memperlakukan kita persis abdi. Justeru, jangan hanya berfikir mengenai zaman kita sahaja, sehingga kita muflis bertindak semasa sejarah sudah tercipta. Itu minda anak muda yang tajam akalnya.

Salam revolusi anak muda!

Selasa, 25 Januari 2011

PRK Tenang : Tangan Cikgu Mala menggoncang ketenangan BN



1. Pertama kali saya menyampaikan ceramah di Felda Tenang  bersama Cikgu Normala Sudirman, calon PAS mewakili Pakatan Rakyat di N 05 Tenang, saya tertarik dengan ucapan bertenaga dan menyakinkan dari Cikgu Mala dengan ungkapan " .... tangan yang menghayun buaian ini insyaallah akan menggoncangkan dunia ...."

2. Ternyata Cikgu Mala tidak perlu menunggu lama, hari kedua beliau turun berkempen sempena pilihanraya kecil N 05 Tenang ini sebagai calon pilihan, tangan beliau telah menggoncangkan ketenangan UMNO dan BN di Tenang. Kelam kabut sekutu rapat UMNO dalam BN iaitu MCA melalui Presidennya mempersoalkan kenapa Cikgu Mala tidak bersalam dengan lelaki ajnabi [ yang bukan mahramnya ]

3. Biasanya sesuatu isu ditimbulkan dalam musim pilihanraya kerana isu tersebut menggugat. bagi pihak PAS malah DAP dan PKR yang berkawan dengan PAS sangat maklum situasi ini. Sememangnya muslimat PAS tidak akan bersalaman dengan kaum lelaki yang halal nikah dengan mereka kerana ia adalah suatu larangan dalam agama Islam yang diperjuangkan oleh PAS. Namun ia dilihat asing oleh Presiden MCA. Mungkin berdua - duaan dengan pasangan yang tidak sah di dalam bilik hotel lalu melakukan hubungan sulit itu lebih bermoral dan normal bagi Presiden MCA berbanding sikap Cikgu Normala yang tidak bersalam dengan lelaki.

4. Tidak bersalaman oleh seorang perempuan yang teguh agamanya dengan seorang lelaki yang sah nikah dengannya bukanlah suatu perkara ganjil dalam negara ini yang majoriti penduduknya adalam muslim. Bahkan tidak sepatutnya ia menjadi isu. Justeru ia bukanlah  satu tindakan yang boleh merosakkan kemesraan dan hubungan dengan masyarakat. Sebaliknya masih banyak elemen lain yang lebih penting untuk membentuk kemesraan dan hubungan dengan masyarakat tanpa "salam tangan" antara lelaki dan perempuan seperti ziarah, kebajikan, bertanya khabar dan lain - lain.

5. Sungguhpun tanpa "salam tangan", calon pilihan ini tidak menang tangan dan senyuman untuk bertemu dengan pelbagai lapisan masyarakat tanpa pula mengira latar belakang kaum dan jantina. Lebih menarik apabila masyarakat menilai bahawa Cikgu Mala adalah seorang yang teguh peribadi dan berprinsip sementara itulah kriteria seorang pemimpin yang diperlukan oleh rakyat.

6. DAP dan PKR cepat memahami situasi ini lantas mengambil langkah mempertahankan tindakan Cikgu Mala malah sangat menghormatinya apabila mengetahui bahawa ini adalah prinsip agama. Sedang prinsip agama inilah menjadikan PAS sebuah parti yang teguh dan berdisiplin. Malang MCA gagal pula memahami situasi ini biarpun sekian lama berselimut dengan UMNO di dalam BN.

7. Jawapan mudahnya kerana MCA tidak melihat prinsip ini wujud di dalam UMNO. Pemimpin wanita mereka bukan sahaja boleh bersalaman sesuka hati malah boleh berlaga pipi, boleh berpelukan dan sebagainya. Akhirnya Presiden MCA sendiri keliru angkara UMNO yang tidak mempertahankan prinsip beragama. Inilah fitnah besar dari kegagalan UMNO menjalani kehidupan sebagai sebuah parti yang patuh pada suruhan agama .

8. Selama ini UMNO berhujjah kononnya DAP anti Islam, kafir harbi dan macam - macam tuduhan lalu mempersoalkan kenapa PAS bekerjasama dengan DAP ? Kini Allah swt mendedahkan siapa pula MCA di sisi UMNO ? secara terbuka kini MCA melalui Presidennya menghina Islam dan mempersendakan ummat Islam yang beramal dan berpegang teguh dengan amalan Islam itu. Sementara DAP pula semakin hari semakin lunak dan memahami asas Islam yang diperjuangkan oleh PAS.

9. Terbaru melalui perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Pengerusi DAP karpal Sigh mengenai negara Islam yang ditentang oleh beliau sejak dulu. Beliau tidak lagi keras menolak negara Islam seperti dulu sebaliknya menganggap isu ini boleh dibincangkan. Ia satu perkembangan yang positif berbanding sikap MCA yang terus kekal dalam kejahilan sejak lama dulu sehingga sekarang.

10. Saya ucapkan syabas kepada Cikgu Mala dan mengharapkan beliau terus thabat [teguh] pendirian dan usah gundah dengan provokasi musuh. Allah bersama dengan insan yang sabar menghadapi ujian perjuangan ini. Ubah sekarang Selamatkan Malaysia !

Murnikan Perjuangan Maknakan Kemenangan

Nasrudin bin Hassan

* Penulis adalah Ketua Pemuda PAS

Jumaat, 7 Januari 2011

Kronologi perlantikan SUK Selangor

   
KUALA LUMPUR, 7 Jan: Berikut adalah kronologi pelantikan Setiausaha Kerajaan Negeri Selangor.


26 Oktober 2010

PSM memberi Nota Amalan kepada Dato’ Menteri Besar tentang prosedur  pelantikan Setiausaha Kerajaan Negeri. Nota ini menyatakan bahawa:

i) Suruhunjaya Perkhidmatan Awam (SPA) akan menghantar senarai calon yang difikirkan layak ( Gred 54 ke atas ) kepada Menteri Besar.

ii) Menteri Besar kemudiannya memilih calon atau calon-calon yang sesuai dan menyerahkan senarai pendek kepada DYMM Sultan Selangor.

iii) Setelah Tuanku berkenan memilih nama yang dicadangkan MB akan menyerahkan semula nama tersebut kepada SPA untuk tujuan penyediaan dokumentasi lantikan.

26 Oktober 2010

Pusat Sumber Manusia memberi nota amalan kepada Pejabat Dato’ Menteri Besar tentang prosedur pelantikan Setiausaha Kerajaan yang baharu dan menyenaraikan 8 nama  yang dicalonkan untuk pelantikan.

8 November 2010

Pejabat Menteri Besar  menubuhkan Jawatankuasa Pemilihan untuk memilih calon yang paling layak daripada 8 nama pegawai yang telah dicadangkan.

22 November 2010.

Jawatankuasa memulakan proses menemubual semua calon .

1 Disember 2010.

Mesyuarat EXCO bersidang. Dato’ Ramli Mahmud tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai pelantikan Setiausaha Kerajaan yang akan menggantikan beliau.

2 Disember 2010

Mesyuarat MTES bersidang Dato’ Ramli tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan mengganti beliau.

3 Disember 2010

Jawatankuasa telah memaklumkan kepada pejabat Dato’ Menteri Besar bahawa 3 nama telah dipilih untuk dilantik serta memberitahu bahawa 2 calon tidak mahu mengambil bahagian

8 Disember 2010


Mesyuarat EXCO bersidang. Dato’ Ramli Mahmud tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan mengganti beliau.

9 Disember 2010

Mesyuarat MTES bersidang Dato’ Ramli tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan mengganti beliau.

15 Disember 2010

Mesyuarat EXCO bersidang. Dato’ Ramli Mahmud tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan menggantikan beliau.

16 Disember 2010

2pm: Mesyuarat MTES bersidang Dato’ Ramli tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan menganti beliau.

9pm: Majlis Persaraan untuk Dato’ Ramli Mahmud dan dihadiri oleh Dato’ Menteri Besar serta Setiausaha Politik. Dato’ Ramli tidak membuat apa-apa kenyataan atau perbincangan mengenai perlantikan setiausaha kerajaan yang akan mengganti beliau

17 Disember 2010

Dato’ Menteri Besar menulis surat kepada Istana untuk memaklumkan DYMM Sultan Selangor tentang prosedur pemilihan yang dijalankan Kerajaan Negeri dan tiga calon akhir telah dipilih dan Dato’ Menteri Besar terbuka untuk mengadakan perbincangan dengan DYMM Sultan untuk pandangan dan nasihat. Ini selepas pemeriksaan teliti terhadap tiga calon ini.

20 Disember 2010

Dato’ Menteri Besar menulis surat kepada Pusat Sumber Manusia  untuk memaklumkan Menteri Besar telah menghantar tiga nama calon kepada DYMM Sultan Selangor dan belum menerima maklum balas. Surat berkenaan juga memberitahu Dato’ Menteri Besar akan bercuti sehingga 30 Disember dan sebarang pengumuman mengenai Setiausaha Kerajaan Negeri perlu dirujuk kepada Menteri Besar.

21 Disember 2010

Istana  menerusi Setiausaha Sulit kepada DYMM Sultan Selangor, Dato’ Muhamad Munir Bani menulis surat kepada Setiausaha Sulit kepada Dato’ Menteri Besar, Haji Mustapha.

Bersama surat itu dilampirkan surat bertarikh 10 Disember 2010 yang dialamatkan kepada Dato’ Ramli Mahmud sebagai balasan surat yang dihantar Dato’ Ramli bertarikh 3 Disember.

Surat 3 Disember itu memaklumkan kepada DYMM Sultan Selangor tiga calon yang layak.

Manakala surat 10 Disember memaklumkan kepada Dato’ Ramli bahawa DYMM Sultan Selangor telah berkenan dengan pelantikan Dato’ Muhamad Khusrin Munawi. Surat itu juga menyatakan Dato’ Ramli boleh membuat pengumuman pada 16 Disember 2010.

24 Disember 2010

Pejabat Menteri Besar menjawab surat bertarikh 21 Disember dari Dato’ Mohamad Munir bahawa Dato’ Menteri Besar tidak pernah diberitahu keputusan yang telah dibuat bertarikh 10 Disember 2010 itu. Sehubungan itu, Pejabat Menteri Besar memohon perkenan untuk mengadap DYMM Sultan untuk perbincangan.

27 Disember 2010

Dato’ Menteri Besar menerusi surat memohon untuk menghadap DYMM Sultan untuk perbincangan.

3 Januari 2011

Dato’ Menteri Besar menghadap DYMM Sultan Selangor. Dato’  Menteri Besar juga menulis kepada SPA menyatakan Kerajaan Negeri menolak pelantikan Dato’ Mohamad Khusrin dan tidak mengadakan majlis angkat sumpah menyimpan rahsia sehingga perkara ini selesai.

4 Januari 2011

Pejabat Dato’ Menteri Besar menulis surat kepada DYMM Sultan memohon supaya majlis angkat sumpah ditangguhkan sehingga Kerajaan Negeri dan SPA menyelesaikan perkara ini.

6 Januari 2011

Dato’ Menteri Besar dan barisan Exco hadir ke majlis angkat sumpah di Istana Bukit Kayangan sebagai taat setia dan kasih kepada DYMM Sultan dan DYTM Raja Muda tetapi tetap tidak menerima pelantikan Dato’ Mohamad Khusrin.

SEKRETARIAT AKHBAR KERAJAAN NEGERI SELANGOR
     

Sabtu, 1 Januari 2011

Mahasiswa Untuk Malaysia




Satu himpunan yang dirancang oleh solidarity mahasiswa pada 1 januari 2011 berjaya berjalan dengan lancarnya dan dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa di sekitar Malaysia.himpunan mahasiswa 1111(HIMUM )yang dimulakan dengan acara senamrobik dari sekumpulan mahasiswa yang menggelarkan diri mereka sebagai geng alif ba ta dilihat berbeza dengan himpunan mahasiswa yang diadakan sebelum ini.jika dibandingkan dengan program –program anjuran smm sebelum ini,HIMUM dilihat lebih santai.

“Walaupun konsep himum smm kali ini santai,tapi kami tetap utuh dalam memperjuangakn mahasiswa sebagai ‘check and balance’ kepada kerajaan.konsep program sahaja yang berbeza perjuangan tetap sama”Ujar pengarah program saudara ezuan saad.

Objektif himpunan ini diadakan ialah bagi menghimpunkan mahasiswa sebagai tanda solidariti ,menbuat deklarasi untuk perjuangan mahasiswa 2011, memberi mesej kepada masyarakat bahawa mahasiswa bersama masyarakat dan segala tindakan mahasiswa ialah hanya untuk kebaikan Negara Malaysia.


Himpunan yang bertemakan ‘mahasiswa untuk Malaysia’ itu dirasmikan oleh mantan pegerusi solidariti mahasiswa, Saudara Mohd Nazree bin Yunus.


Beliau juga turut menyampaikan anugerah tokoh mahasiswa 2010 kepada saudara Shazni Munir atas sumbangan beliau dalam gerakan mahasiswa.Saudara shazni munir merupakan bekas Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Universiti Malaya, Timbalan Presiden GAMIS, Pengerusi Solidariti Mahasiswa Malaysia.


Antara aktiviti yang dilakukan dalam himpunan ini ialah upacara mewarna banner gergasi dan pidato berantai yang disampaikan oleh pemimpin mahasiswa beberapa persatuan seperti saudara ahmad syazwan dan saudari nazirah abu bakar dari GAMIS,saudara hilman idham KAMI,wong swee nee DEMA,kartiges Pemuda Sosialis Malaysia dan saudara faiz ismail dari Majlis Perwakilan Mahasiswa Nasional dan saudara shazni munir.

Himpunan ini juga turut dihadiri oleh Pesuruhjaya Suruhanjaya Hak Asasi Manusia En Sha'ani Abdullah dan beberapa wakil dari badan bukan kerajaan .



Himpunan diakhiri dengan bacaan deklarasi oleh pengerusi majlis politik nasional gamis,saudara ahmad syukri Abdul razak .deklarasi ini mendapat persetujuan semua mahasiswa yang hadir . deklarasi ini menggariskan peranan MAHASISWA UNTUK RAKYAT,NEGARA DAN MAHASISWA SENDIRI. semoga usaha yang dilakukan ini dapat menyemarakkan kembali semangat mahasiswa.